DISERANG" CHINA, Apple ANJLOK Rp 3000 TRILIUN

 

Apple dan Relasi Amerika-China: Dampak pada Valuasi dan Strategi Perusahaan

Pengantar

Dalam dua hari terakhir, valuasi Apple mengalami penurunan sebesar 200 miliar dolar atau sekitar 3000 triliun rupiah. Apa yang menyebabkan penurunan drastis ini? Apakah itu karena desain iPhone yang tidak mengalami perubahan selama lima tahun terakhir? Ataukah ada faktor lain yang berperan? Dalam artikel ini, kita akan mengungkap alasan di balik penurunan valuasi Apple dan bagaimana relasi antara Amerika dan China memengaruhi perusahaan teknologi raksasa ini.

Apple dan China: Hubungan yang Kompleks

Salah satu kunci kesuksesan Apple selama dua dekade terakhir adalah keberhasilan mereka di pasar China. Sekitar 20% dari total omset Apple berasal dari China, dan 90% produk Apple diproduksi di sana. Ini memberi Apple keuntungan dalam hal harga yang kompetitif dan akses ke pasar dengan populasi terbesar di dunia.

Apple sebagai Pemain Utama di "iPhone City"

Apple memiliki dampak besar terhadap ekonomi China. Pusat produksi iPhone, dikenal sebagai "iPhone City" atau Chong Chou, menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan memberikan pekerjaan kepada hampir 5 juta orang di tahun 2018. Ini sebanding dengan populasi beberapa kota besar di Indonesia.

Mengapa China Menyulitkan Apple?

Penurunan valuasi Apple sebenarnya memiliki beberapa dimensi. Pertama-tama, biaya tenaga kerja di China telah meningkat secara signifikan, yang membuat perusahaan teknologi ingin mengurangi ketergantungannya pada China. Ketika terjadi masalah, seperti lockdown selama pandemi COVID-19 di iPhone City, produksi iPhone terganggu, dan penjualan pun turun.

Apple Mengurangi Ketergantungannya pada China

Apple telah memutuskan untuk mengurangi ketergantungannya pada China dengan memindahkan sebagian produksi ke negara lain seperti India dan Vietnam. Namun, tindakan ini membuat China merasa tidak senang. Larangan penggunaan iPhone oleh staf lembaga pemerintahan China bisa dilihat sebagai tindakan nasionalis yang mencoba melindungi produk lokal. Namun, Apple adalah satu-satunya merek asing yang memiliki pangsa pasar yang signifikan di China.

Apple vs. Huawei: Dampak Kebijakan Geopolitik

Dalam konteks kebijakan geopolitik, baik Apple maupun Huawei telah menjadi korban ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Beberapa tahun lalu, Amerika Serikat melarang Huawei, perusahaan teknologi China, dengan cara yang serupa. Hal ini membuat Huawei kesulitan mengakses komponen kunci seperti chip dan perangkat lunak seperti Android.

Pelajaran dari Adaptabilitas Perusahaan

Dari semua ini, kita bisa belajar bahwa perusahaan yang baik adalah yang adaptif. Huawei, meskipun mendapat tekanan dari Amerika Serikat, berhasil tumbuh secara signifikan. Mereka bahkan berhasil menggantikan chip asal Amerika dengan produk buatan China.

Kesimpulan

Penurunan valuasi Apple yang drastis dalam dua hari terakhir terkait erat dengan hubungan Amerika-China yang memanas. Apple berusaha mengurangi ketergantungannya pada China, tetapi tindakan ini tidak direspons positif oleh pemerintah China. Keberhasilan Apple di masa depan akan sangat ditentukan oleh kemampuannya untuk beradaptasi seperti Huawei. Perusahaan yang adaptif akan bertahan dan tumbuh, bahkan dalam situasi geopolitik yang sulit.

Posting Komentar

0 Komentar